Aden

Aden
it's real

Rabu, 21 Desember 2011

My DIEry "end" episode

-akhir-

by Firman Adendro Sasotyo on Tuesday, October 4, 2011 at 4:52pm
Terasa berat sekali untuk menulis catatanku yang ini. Awal yang sangat sulit dituangkan oleh sebilah pensil ini. Kali ini yang merasakan betapa bercampurnya dosa dan pahala semakin luas. Tapi mengapa aku merasa sedikit tenang, sembari merasakan penyakit kecil tumbuh dalam perasaan.

Hal yang benar-benar mengisi pikiranku hari ini hanyalah, melamun agar hari ini tidak cepat berakhir. Bagaikan, oh, bagaikan. Terlalu berlebihan ku berandai. Di saat jam masih berdetak berirama. Mereka sedang menyambut habisnya tenaga mereka untuk berdedikasi menunjukkan pencerahan waktu bagi yang melihatnya. Sempat berpikir, seandainya aku bisa seperti jam dinding itu ? Mungkin aku tidak akan merasakan perasaan sayang yang begitu melayang.

Kalau boleh kubilang, hidupnya dipenuhi pengisi hidup yang gemerlap. Bagaikan cinderella, tapi jalan hidupnya tak semulus make up myrabella. Disana lika-liku kehidupannya terkontaminasi oleh senyawa kehidupanku. Disana teka-teki kehidupannya mulai terbuka setelah seorang kawan datang padanya.

Bukan aku tak memandang sebelah, dan menoleh menengadah ke pangkuannya. Bila di praktekkan pun membuat pusing. Sama halnya aku. Tanpa tujuan mencari sekutu dan pendukung.

Andaikan saja, ini adalah akhir kisahku.

Berbuat sesuka hati dalam pembukuan ini. Menghilangkan segala kegalauan dan hinaan atas dosaku. Dosa yang benar-benar membuatku merasakan deskriminasi perasaan.

Di bagian akhir ini aku berharap di tengah peperangan ini, aku masih bisa melihat kebenaran yang kupaparkan kepada pasir. Sehingga aku berdo'a , semoga dia tidak tahu apa yang sebenarnya kebenaran yang kusembunyikan. Dan yang dia tahu adalah apa yang kuharapkan dia tahu tentang betapa bajingannya diriku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar