by Firman Adendro Sasotyo on Tuesday, September 27, 2011 at 8:48am
Bahkan menjadi api yang datang menghangatkan seketika menjadikan diri ini panas yang bergelora.
Hanya saja, aku terlalu lalai. Hanya saja, aku terlalu lebay. Harapan itu hanya bisa jadi nyata, ketika dalam mimpi.
Kepekaan rasa ini harus aku hilangkan. Menyepi dalam sedih dan meramaikan hati walaupun galau datang.
Bilamana aku terlalu senang, aku pun tak siap untuk kedatangan sesembah sedih.
Bilamana aku terlalu sedih, aku pun dengan lantang menyambut kebahagiaan.
Bajingan, aku menyebut diriku bajingan.
Brengsek, aku menamaiku brengsek.
Mungkin aku terbiasa, tapi ketika kebiasaan itu hilang aku tak siap.
Kehilangan yang sesungguhnya ku inginkan.
Mungkin aku tak biasa, tapi ketika ke tidakbiasaan itu hilang aku tak siap.
Menyeringai walau berat ku sanggah.
Pensil ini terlalu sibuk untuk menuruti permintaanku. Tetapi dia tetap diam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar