Sudah terlewatkan memang, tapi saat scrolling ke bawah ternyata masih ada postingan tentang review tahun 2011. Sungguh tragis cepat sekali pergantian tahun yang saya lalui tanpa memposting apapun yang bermanfaat. Mengenaskan di tahun 2012 yang lalu harapan saya ternyata memang sudah ada yang reserve terlebih dahulu sehingga kesempatan saya terlambat tercapai.
Hal yang tak terbayangkan terjadi disana-sini. Tapi setidaknya menurut saya di tahun 2012 merupakan tahun yang sebenarnya tidak terlalu memusingkan dibandingkan 2011.
Di awal tahun dimulai dengan review tahun 2011, kemudian berlanjut tentang kisah-kisah kegalauan masa muda dan akhir zaman putih abu-abu. Bukannya bingung mau lanjut kuliah dimana, sudah ada gambaran tapi tak kesampaian. Aaa.. terlalu tinggi rupanya untuk digapai.
Berlanjut kemudian di penghujung akhir zaman seragam, ujian-ujian terlampaui dengan lancar Alhamdulillah.. keberuntungan berpihak kepada manusia seperti saya. hasilnya ? pasrah yang penting sudah berusaha.
Kemudian berlanjut dengan liburan yang tak kunjung usai. Sampai menemukan seorang kekasih dari negeri seberang dan tak pernah kenal sebelumnya. Akibat suatu tempat yang berpenghuni miliaran manusia didalamnya (read: facebook). Berpacaranlah dengan suka hati setelah 1 tahun lamanya menderita penyakit yang disebut jomblo. kisah ini akan saya posting di postingan selanjutnya (mudah-mudahan amiin) karena ceritanya yang panjang.
Selama liburan, bisa dikatakan perjuangan mendapatkan pendidikan selanjutnya masih terus berlangsung dalam galau balau. Di gembleng oleh guru sangat baik hati dan berpengalaman selama 1 bulan (mungkin) lamanya. Dan pertempuran melawan ratusan ribu kepala se-Indonesia memperebutkan 1(satu) kursi di bangku kuliah berakhir di sebuah kota yang (sangat) panas di samping Mojokerto (megapolitan city which is never sleep). Saat pengumuman saya mengucapkan 2 kata ini : "ALHAMDULILLAAAAAHH.." dan berlanjut dengan mengucap "ASTAGFIRULLAAAAHH". Menyedihkan, tapi sudah jangan di bahas.
Saat upacara pembukaan PK2, julukan resmi pengganti kata OSPEK di universitas ini berlangsung sangat pagi sekali. dan Alhamdulillah, kemeja putih lengan panjang milik Bapak (saya) bisa menghadiri upacara tersebut meskipun dahulu belum berkesempatan.
Dan lika-liku selama kegiatan yang diberi nama KEREN untuk para MABA yaitu PROBINMABA akan saya bahas di postingan selanjutnya (Insya Allah). karena cerita yang tak kunjung padam ini sempat membuat kami satu angkatan Teknik Elektro '12 mampu membuat .... stop sudah jangan di bahas dulu, ingat probinmabanya belum selesai. baiklah -.-
Sesaat sebelum UAS, penyakit selama 2 bulan ini semakin berusaha merenggut nyawa. Alhasil di dalam bilik kos yang sangat kecil, penyakit ini rasanya enggan berpindah tubuh. Dimulai dengan pengalaman pertama saya menjadi Adjudicator yang membuat penyakit ini semakin hura-hura menyaksikan tubuh ringkih seorang MABA kecil,item,kurus,BOTAK. derita MABAHAHAHAHAHA -.-
Dan review ini saya akhiri dengan ucapan "Semoga UAS ini lancar.. amiin"
Adendro Art
Segala lika liku penuh luka
Selasa, 01 Januari 2013
Kamis, 11 Oktober 2012
Ide gila untuk musisi indonesia
Baiklah, ini merupakan salah satu ide gila saya
yang terlintas sekejap saja di otak yang sudah penuh tidak karuan dengan
berbagai macam tugas dan hujatan.
Pertama, di jaman yang sekarang ini, musik sudah
menjadi bagian pengisi suara dalam kuping ketika membuka laptop atau pc untuk
mengerjakan tugas, bahkan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang mungkin
menjadikan kita penting. Seperti ketika dalam browsing materi-materi untuk
tugas misalnya. File-file mp3 bajakan yang bisa di download kapanpun dan
dimanapun pasti tersedia di harddisk kita masing-masing untuk dinikmati dalam
software pemutar musik .
Dan dengan hal ini, saya pribadi miris sekali
ketika kita semua bisa mendapatkan file-file mp3 gratisan tanpa di pungut biaya
apapun. Kasihan sekali para musisi yang harus mengeluarkan biaya yang tidak
sedikit untuk merealisasikan hasil karya mereka untuk di hargai dengan
sebagaimana mestinya. Nah, apakah sudah sadar mereka para pemutar mp3 dalam pc
atau laptop mereka dengan mudahnya tanpa memikirkan hati para musisi ?
Disini, saya hanya menyampaikan ide gila saya
untuk memerangi pembajakan hasil karya berupa seni musik. Saya hanya orang awam
yang tidak tahu menahu dalam hal IT ataupun musik itu sendiri. Yang jelas,
disini saya hanya berusaha untuk menceritakan skema dari ide gila saya.
Di dunia yang serba modern ini, ahli IT tidak
sedikit bahkan berjumlah jutaan. Diantara mereka pasti bisa membuat software
demi kepentingan-kepentingan tertentu. Nah, saya ingin menggabungkan kedua hal
tersebut. Apabila file-file musik hasil karya musisi tersebut di kemas dalam
bentuk file type yang sedikit rumit, atau tidak ada aplikasi yang bisa
mengenalinya sebagai file musik yang bisa diputar. Anggaplah, file tersebut
hanya bisa diputar dengan aplikasi tersendiri yang disertakan dalam package
penjualan satu album. Dan untuk lebih menjaga ke-original-an suatu karya
tersebut, hanya di beri maksimal 2 IP yang boleh di install kan aplikasi
pemutar khusus tersebut. Dan untuk membantu pencegahan pembajakan, lebih baik
di aplikasi tersebut tidak dapat membaca tipe file mp3. Dan yang terakhir,
lebih baik aplikasi dan file musik yang baru inilah yang dilindungi hak cipta
nya dengan sangat ketat oleh beberapa pihak agar pembajakan bisa berkurang, ya
minimal hilang dari muka bumi Indonesia tercinta. Setidaknya, ada perjanjian
khusus antara para musisi dan IT pembuat dan pengembang software untuk
menyepakati hal yang akan mereka kerjakan bersama. Sehingga musisi satu dengan
yang lain merasa nyaman ketika karya mereka benar-benar bisa dinikmati dalam
satu aplikasi dan dihargai dengan baik oleh para pembeli hasil karya mereka.
Hidup karya bangsa Indonesia. Basmi PEMBAJAKAN
sekarang juga.
Selasa, 03 Januari 2012
my post (only my post)
Heaa.. saatnya kini aku belajar
menulis tanpa menuangkan ku pada kertas yang tak pernah kusam ini. Dan ketika
aku memulainya, mungkin terasa sedikit menabur impian terlalu berlebihan untuk
terbacanya semua postingan-postingan ku di blog ini. Semua orang bebas sekali
mau menulis apapun yang mereka inginkan tanpa batas dan tanpa aturan yang
berlaku. Dan mungkin blogger sendiri lah yang menyebabkan manusia di Indonesia
jadi tidak tahu aturan. Hahaha :no blaming
Ketika aku menuangkan segala tipu
daya ku dengan segala emosi yang terluap di sepuluh jariku saat menulis
postingan yang lalu, kini aku sadar bahwa sumber inspirasi ku sebenarnya tidak
lain dan tidak bukan adalah emosi ku sendri. Dan aku tidak bisa hidup tanpa
emosi ku. Dulu aku merasakan kebencian, dendam, iri dan kesengsaraan. Tapi sepertinya
dengan keadaan itulah yang membuatku merasakan kehidupan yang sesungguhnya. Ketika
seorang motivator bernama Mario Teguh sedang sibuk memberikan pandangan hidup
menurut aturan-aturan atau faedah yang berlaku bagi otaknya, aku sendiri (tidak
munafik) kalau apa yang dia sampaikan memang benar-benar tepat. Tapi apakah dia
sudah melakukan semua yang dia katakan. Disinilah aku merasakan bahwa tidak
selamanya koreksi atau judging kepada seseorang bukan sebuah hal yang tepat
dilakukan. Mengapa ? karena bagiku mereka tidak pernah berada di posisi ku
dalam prospek apapun,dan aku juga tidak akan pernah berada di posisi mereka. Ini
hidupku mereka juga punya hidup, setiap manusia punya jalan sendiri dan yang
pasti kehidupan mereka tidak akan pernah terganti posisinya oleh aku. Bagiku begitu.
Terlepas dari semua keterikatan,
dan terbebas dari bentangan dekapan. That’s just my opinion. Like or dislike ..
no blaming
Jumat, 30 Desember 2011
Review tahun 2011
Yah, saatnya me-review apa saja yang terjadi di tahun 2011
ini sambil mendengarkan sebuah lagu dari Ada Band - Manusia Bodoh. Lagu yang benar-benar mengingatkan ku akan
apa yang terjadi di tahun ini sehingga cukup bagiku menjadi sebuah batu
penyesalan yang harus di bawa dan di jaga agar tidak melukaiku lagi di tahun
berikutnya.
Ini dia lirik dari Ada Band - Manusia Bodoh
Dahulu terasa indah
Tak ingin lupakan
Bermesraan selalu jadi Satu kenangan manis
Tiada yang salah
Hanya aku manusia bodoh
Yang biarkan semua ini permainkanku
Berulang ulang kali
Reff :
Mencoba bertahan sekuat hati
Layaknya karang yang dihempas sang ombak
Jalani hidup dalam buai belaka
Serahkan cinta tulus di dalam takdir
Tak ayal tingkah lakumu
Buatku putus asa
Kadang akal sehat ini
Tak cukup membendungnya
Hanya kepedihan
Yang selalu datang menertawakanku
Engkau belahan jiwa
Tega menari indah di atas tangisanku
Bridge :
Semua kisah pasti ada akhir
Yang harus dilalui
Begitu juga akhir kisah ini
Yakinku indah
Tapi sampai kapankah kuharus
Menanggungnya kutukan cinta ini
Bersemayam dalam kalbu
Tak ingin lupakan
Bermesraan selalu jadi Satu kenangan manis
Tiada yang salah
Hanya aku manusia bodoh
Yang biarkan semua ini permainkanku
Berulang ulang kali
Reff :
Mencoba bertahan sekuat hati
Layaknya karang yang dihempas sang ombak
Jalani hidup dalam buai belaka
Serahkan cinta tulus di dalam takdir
Tak ayal tingkah lakumu
Buatku putus asa
Kadang akal sehat ini
Tak cukup membendungnya
Hanya kepedihan
Yang selalu datang menertawakanku
Engkau belahan jiwa
Tega menari indah di atas tangisanku
Bridge :
Semua kisah pasti ada akhir
Yang harus dilalui
Begitu juga akhir kisah ini
Yakinku indah
Tapi sampai kapankah kuharus
Menanggungnya kutukan cinta ini
Bersemayam dalam kalbu
Memang terkesan ngenes tapi bagaimanapun
juga cukup lah mengingatkanku untuk bertindak lebih hati-hati dan memikirkan
resiko yang sedang tersenyum indah menanti kedatanganku.
Di tahun 2011 ini aku merasakan
menjadi manusia paling hebat bahkan sekaligus manusia paling lemah. Kenangan-kenangan
ku akan tahun ini terasa sekali pekatnya. Banyak yang kudapatkan tetapi banyak
juga yang kulepaskan. Tak semua aku mengira hidupku mulus begitu saja dan
sebuah penyesalan akan kesalahan rasa. Semula ku berharap begini tapi datanglah
padaku sebuah kutukan terdahsyat yang mampu melumpuhkan segala tindakan ku. Terkurung
dan tetap berdiri dalam keadaan tersandera.
Jumat, 23 Desember 2011
Terlebih Dari Hancur
Ketika aku berhadapan dengan kenyataan hidup yang berawal hari ini. Mungkin aku masih bisa bernafas lega dengan segala kerendahan hati walaupun terkadang hati ku sulit sekali untuk merendah. Tetapi ketika sebuah penyesalan datang dengan indahnya pada pagi ini, sungguh bukan berarti apapun untuk kehidupanku kebelakang. Saat itu mungkin juga mengingatkan ku bahwa aku bukan terlebih istimewa lagi seperti yang ku impikan.. aku Terlebih Dari Hancur
Mungkin satu mimpiku sudah hancur. Tapi, tidak dengan sejuta impianku di dunia ini. Tersedia banyak sekali impian yang melintas di depan mataku. Mulai dari yang paling bawah hingga paling ujung tempat teratas. Semua hanya impian ku saja ketika aku sudah melupakannya saat mataku tertutup untuk sebuah hari.
Aku sama sekali tidak menyebut semua impianku dengan sebutan harapan. Karena ketika aku selalu berharap, harapan-harapan yang menumpuk itu malah menjadi senjata yang sangat tajam ketika tidak tercapai. Sama halnya seperti kisah ku kali ini, karena aku selalu menamai impian ku sebagai harapan, aku selalu berjuang agar harapan itu bisa menjadi nyata. tetapi kenyataannya selalu saja tidak seperti apa yang kuharapkan
Sama saja bagiku menulis sebuah tulisan bebas tentang penyesalanku. Bukan tidak ada habisnya bila ditulis, karena hidupku selalu begini mungkin agar aku bisa lebih belajar dari semua kesalahan yang pernah ku buat. Bukannya terkesan menggurui, atau aku ingin sekali berbagi tentang kehancuranku. Tetapi aku ingin sekali ketika aku sedang membaca tulisan ini, hal yang paling bisa ku mengerti adalah bahwa AKU PERNAH HANCUR dan TERLEBIH DARI HANCUR.
Ya, tidak ada hal lain yang harusnya ku bagikan lagi di postingan ini, karena bagiku sudahlah cukup waktu untuk mengetik posting ini di malam yang pengap ini. Dan ketika aku sudah benar-benar akan terlelap malam ini, hal yang sangat aku mimpikan adalah aku melihat diriku jauh terjatuh lebih tersungkur dan tak terukur pada sebuah jurang kehancuran yang sangat gelap dan tidak bersisa suara sedikitpun sehingga aku selalu senantiasa terjaga di malam ini. Karena sungguh aku mengimpikan hari ini tidak cepat berlalu dengan cueknya. Aku ingin terbangun dan dalam keadaan berbeda. Jauh Berbeda
Mungkin satu mimpiku sudah hancur. Tapi, tidak dengan sejuta impianku di dunia ini. Tersedia banyak sekali impian yang melintas di depan mataku. Mulai dari yang paling bawah hingga paling ujung tempat teratas. Semua hanya impian ku saja ketika aku sudah melupakannya saat mataku tertutup untuk sebuah hari.
Aku sama sekali tidak menyebut semua impianku dengan sebutan harapan. Karena ketika aku selalu berharap, harapan-harapan yang menumpuk itu malah menjadi senjata yang sangat tajam ketika tidak tercapai. Sama halnya seperti kisah ku kali ini, karena aku selalu menamai impian ku sebagai harapan, aku selalu berjuang agar harapan itu bisa menjadi nyata. tetapi kenyataannya selalu saja tidak seperti apa yang kuharapkan
Sama saja bagiku menulis sebuah tulisan bebas tentang penyesalanku. Bukan tidak ada habisnya bila ditulis, karena hidupku selalu begini mungkin agar aku bisa lebih belajar dari semua kesalahan yang pernah ku buat. Bukannya terkesan menggurui, atau aku ingin sekali berbagi tentang kehancuranku. Tetapi aku ingin sekali ketika aku sedang membaca tulisan ini, hal yang paling bisa ku mengerti adalah bahwa AKU PERNAH HANCUR dan TERLEBIH DARI HANCUR.
Ya, tidak ada hal lain yang harusnya ku bagikan lagi di postingan ini, karena bagiku sudahlah cukup waktu untuk mengetik posting ini di malam yang pengap ini. Dan ketika aku sudah benar-benar akan terlelap malam ini, hal yang sangat aku mimpikan adalah aku melihat diriku jauh terjatuh lebih tersungkur dan tak terukur pada sebuah jurang kehancuran yang sangat gelap dan tidak bersisa suara sedikitpun sehingga aku selalu senantiasa terjaga di malam ini. Karena sungguh aku mengimpikan hari ini tidak cepat berlalu dengan cueknya. Aku ingin terbangun dan dalam keadaan berbeda. Jauh Berbeda
Rabu, 21 Desember 2011
My DIEry "end" episode
-akhir-
by Firman Adendro Sasotyo on Tuesday, October 4, 2011 at 4:52pm
Hal yang benar-benar mengisi pikiranku hari ini hanyalah, melamun agar hari ini tidak cepat berakhir. Bagaikan, oh, bagaikan. Terlalu berlebihan ku berandai. Di saat jam masih berdetak berirama. Mereka sedang menyambut habisnya tenaga mereka untuk berdedikasi menunjukkan pencerahan waktu bagi yang melihatnya. Sempat berpikir, seandainya aku bisa seperti jam dinding itu ? Mungkin aku tidak akan merasakan perasaan sayang yang begitu melayang.
Kalau boleh kubilang, hidupnya dipenuhi pengisi hidup yang gemerlap. Bagaikan cinderella, tapi jalan hidupnya tak semulus make up myrabella. Disana lika-liku kehidupannya terkontaminasi oleh senyawa kehidupanku. Disana teka-teki kehidupannya mulai terbuka setelah seorang kawan datang padanya.
Bukan aku tak memandang sebelah, dan menoleh menengadah ke pangkuannya. Bila di praktekkan pun membuat pusing. Sama halnya aku. Tanpa tujuan mencari sekutu dan pendukung.
Andaikan saja, ini adalah akhir kisahku.
Berbuat sesuka hati dalam pembukuan ini. Menghilangkan segala kegalauan dan hinaan atas dosaku. Dosa yang benar-benar membuatku merasakan deskriminasi perasaan.
Di bagian akhir ini aku berharap di tengah peperangan ini, aku masih bisa melihat kebenaran yang kupaparkan kepada pasir. Sehingga aku berdo'a , semoga dia tidak tahu apa yang sebenarnya kebenaran yang kusembunyikan. Dan yang dia tahu adalah apa yang kuharapkan dia tahu tentang betapa bajingannya diriku.
My DIEry the next episode
(hanya) ekspresi
by Firman Adendro Sasotyo on Tuesday, September 27, 2011 at 4:02pm
Perasaan yang sangat bisa dirasakan sekitarnya tanpa di ungkapkan.
Sedih, apakah ada kata lain yang bisa menggantikan makna itu sebenarnya ?
Perasaan yang tidak bisa di rasakan oleh sekitarnya BILA TIDAK DI UNGKAPKAN.
Tulisan memang bisa terbaca, tapi dalam keadaan penulis sedang mencurahkan. Tidak ada yang tahu bagaimana dia sedang mengayunkan pensilnya dengan lembut atau dengan kasar.
Kemana aku datang, di tempat itu lah aku di alih pandangkan menuju kesamping.
Bahkan di dalam sebuah rumah yang megah, di tempat itulah aku di arahkan menuju pintu keluar.
Biar saja aku yang merasa bahagia atas perlakuan itu. Tapi hiraukanlah perasaan sedihku.
Langganan:
Komentar (Atom)