di saat aku terlelap. dan terjaga di tengah malam.
kurasakan sesuatu yang membangunkan ku. kurasakan kebingunan ku.
terlihat jam mungil di atas dipan sedang mengkiblat angka 2.
mata masih terasa silau akibat lampu kamar. namun itu bukan lah sebuah petaka. dan kini kusadari aku teringat akan beban masalah dan perkara yang kutinggalkan selepas sore tadi. aku mulai merenungi kejadian yang harusnya tak boleh ku lakukan.
setan itu ternyata masih ada di sekitar ku. aku berangan bisa kembali lagi ke waktu itu. aku terdiam saja ketika mata ku ini rasanya malas untuk berkedip. aku sangat takut berkedip karena akan membuyarkan lamunan ku. namun terpaksa saja aku berkedip.
kini kutatap tembok di samping kanan tempat aku tidur. tembok itu seakan menjadi lahan yang luas untuk kutatapi satu persatu dari setiap alas yang masih terlihat pori-porinya. aku ingin menangis namun terhambat oleh kemauan ku. setelah itu aku mengerti.
betapa bodohnya aku jika hanya seperti ini. masalah yang kuhadapi ini benar-benar serius. aku sudah di ambang kehancuran prestasi yang bisa membanggakan kedua orang tuaku. apa yang harus kukatakan nanti jika aku telah berbuat seperti ini. setan setan setan...
teriakan hati ini membuat aku tergugah. aku hanya bisa berkata dalam hati. menenangkan hati yang bergejolak. kini, di saat dia tertawa-tawa aku hanya bisa mengelus dada. aku sangat dekat namun dia bukan sesuatu yang kuharapkan. sosok itu terlihat jelas dalam bayangan hati. mungkin saja dia baik namun semua orang terdekatku mengatakan hal sebaliknya. aku sudah sangat bingung di antara keadaan ini. ini merupakan masalah terbesar dalam hidupku.
bagaikan memilih bumi atau bulan sebagai teman malam. ya, aku di antara mereka.
setelah beberapa bulan, aku sudah mendapatkan kembali apa yang telah hilang dan kulepas dari diriku. meskipun tidak seperti yang ku dapatkan waktu itu. namun aku sudah sangat berterima kasih kepada ALLAH SWT. atas segala rejeki yang kudapatkan. aku tidak akan menyia-nyiakan lagi kesempatan ini. aku ingin sekali mendapatkan sesuatu yang berguna bagi diriku. dan aku juga ingin mendapatkan suatu kepuasan kepada orang tua ku karena telah melahirkan & membesarkan aku.
so guys, jangan berbuat atas kemauanmu sendiri. berbuatlah dengan tujuan membahagiakan orang tua. kelak itu akan bermanfaat. percaya atau tidak itu nature of choice..